Gelar Budaya & Lomba Permainan Tradisional HUT 64 SMP Saverius Sragen

Paroki Sragen (LENTERA) – SMP Saverius Sragen mengadakan Gelar Budaya dan Lomba Permainan Tradisional, Rabu (11/12) yang diadakan di halaman SMP Saverius Sragen. Kegiatan ini dalam rangka HUT ke-64 SMP Saverius Sragen, Peringatan Hari Pahlawan dan Pesta Pelindung Yayasan Santo Fransiskus Xaverius.

Kegiatan diikuti sekitar 475 peserta, meliputi para siswa, orang tua murid, para donatur, alumni dan pengisi gelar budaya. Dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Dispora Kabupaten Sragen, Dinas Kebudayaan dari Propinsi, para Suster SFS dan para Romo Paroki Sragen

Aneka Lomba tradisional diikuti oleh siswa SD se-Kabupaten Sragen, meliputi Lomba Bakiak, Egrang, Gobak Sodor, Gasing, Baca Geguritan tingkat SD. Sedangkan Gelar Seni dan Budaya Tradisional yang diikuti oleh SD Santo Fransiskus Sragen, SLBN Sragen, SMP Saverius Sragen, SMA Saverius Sragen, SMK Kristen Sragen dan SD Kristen.

Salah satu Panitia HUT 64 SMP Saverius Sragen mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan menghadirkan kembali budaya dan permainan tradisional, menggali kreativitas, kerjasama serta menumbuhkan rasa cinta pada budaya. Dan tentunya sebagai ajang promosi SMP Saverius kepada masyarakat Sragen.

Dalam sambutannya, Bp. Prihantomo, SPd, MPd (Kabdi SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) menyampaikan bahwa acara gelar seni budaya ini sangat bagus dan perlu dilestarikan. kreativitas dan inovasi sangat diperlukan untuk keunggulan sekolah.

Sedangkan tanggapan dari para peserta mengatakan acaranya sangat bagus dan sangat menginspirasi karena melatih keberanian anak untuk kreatif dan berharap bisa secara rutin diadakan. Makna yang didapat dari kegiatan anak-anak bisa bermain dan bekerjasama dengan kompak dan bisa mengurangi kebiasaan main gadget.

Puncak acara Kegiatan Gelar Seni Budaya Saverius adalah “Kethoprak Ande-Ande Lumut” yang merupakan kolaborasi kegiatan karawitan & teater sekolah. Penampilan ini mendapat sambutan meriah dari seluruh peserta yang hadir. Pesan yang disampaikan agar anak bisa menghargai seni tradisional.(WW)