Perayaan Ekaristi Adi Yuswa

Paroki Sragen (LENTERA) – Perayaan Ekaristi Adi Yuswa (Lansia) disertai dengan Penerimaan Sakramen Pengurapan Orang Sakit diadakan Minggu (12/01) yang diikuti ± 420 umat Adi
Yuswa di Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen dan dipimpin leh Rm. Medardus Sapta Margana, Pr.

Romo Sapta dalam homilinya mengajak umat memaknai sakramen pengurapan orang sakit, karena masih ada pemahaman keliru, Sakraman Pengurapan orang sakit (Minyak Suci) dianggap sebagai penghantar menuju kematian. Hal ini membuat sebagian umat menjadi takut menerima/memintakan sakramen tersebut. Pemahaman seperti itu tidak tepat, Sakramen Pengurapan Orang sakit harus dipahami sebagai sakramen yang mempersatukan orang sakit dengan seluruh peristiwa hidup Kristus, terutama dalam wafat dan kebangkitanNya. Orang sakit diajak menggabungkan diri dengan derita Kristus, sehingga tidak menjadi putus asa. Dengan mempersembahkan penderitaannya kepada Tuhan maka akan dikuatkan.

Misa Adi Yuswa dan penerimaan Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini merupakan Program Kerja Bidang II (Pewartaan & Evangelisasi) Dewan Pastoral Paroki Sragen. Misa berlangsung hikmat, lancar dan umat menyambut dengan sukacita. Penerimaan Sakramen Pengurapan Sakit kali ini dilayani oleh 4 imam yakni Rm. Medardus Sapta Margana, Pr; Rm. Yohanes Ngatmo, Pr; Rm. Petrus Soeprijanto, pr dan Rm. Laurentius Andika Bhayangkara, Pr.

Selesai misa ada acara ramah tamah. Bp. YLA Ibnu Sugiarto (Ketua Dewan Pastoral Paroki Sragen) dalam sambutannya berharap agar umat tetap bisa hidup sehat dan menjadi pendoa bagi keluarga dan dunia. Sebagai penutup, para adi yuswa diajak makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur.(Mrsn)