Minggu Palma : Awali Pekan Suci dalam Kesederhanaan

Paroki Sragen (LENTERA) – Minggu Palma merupakan awal memasuki masa Pekan Suci bagi umat Kristiani. Perayaan Pekan Suci tahun ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, dilaksanakan dalam masa keprihatinan tanpa kehadiran umat untuk mencegah penyebaran Virus Corona, umat hanya bisa mengikuti Misa dari rumah melalui siaran langsung streaming atau bisa juga melalui Televisi.

Minggu (05/04) Perayaan Ekaristi Minggu Palma di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Sragen berlangsung sangat sederhana karena hanya dihadiri para Romo, karyawan Gereja dan perwakilan Suster SFS, tanpa kehadiran umat, mengingat suasana masihn masa darurat pencegahan penyebaran virus korona. Bahkan tempat duduk satu sama lain tidak berdekatan, berjarak sekitar 1 meter.

Diawali dengan upacara pemberkatan daun palma, kemudian perarakan menuju altar gereja. Misa dipimpin secara konselebran oleh Rm. Medardus Sapta Margana, Pr; Rm. Yohanes Ngatmo, Pr dan Rm. Petrus Soeprijanto,Pr. Sesuai tradisi Minggu Palma, Passio pun dibacakan oleh petugas yang semua adalah karyawan gereja.

Kita bersama memperingati kedatangan Yesus di Nasareth yang disambut sukacita oleh bangsa Israel secara spontan dan sederhana dengan lambaian daun palma dan meletakkan kain atau baju di jalan-jalan yang dilewati Yesus. Perayaan Minggu Palma kali ini juga terasa sangat berbeda dari biasanya. Kita merayakan juga dengan sederhana dan spontan, mengingat situasi saat ini sedang mengalami wabah Virus Corona. Tentunya hal ini tak mengurangi kekhusukan kita merayakan Pekan Suci, meski umat hanya bisa mengikuti dari rumah lewat siaran streaming ataupun televisi. Penerimaan Komuni harus dilaksanakan dengan Doa Komuni Batin. Bersama-sama kita berdoa semoga situasi sulit ini segera berakhir dan kembali normal sehingga kita bisa beribadah dengan lancer kembali, demikian diungkapkan Romo Sapta dalam homilinya.(dn)