Protokol Kesehatan Perayaan Ekaristi Paroki Sragen

PEDOMAN LITURGI PERAYAAN EKARISTI

SESUAI DENGAN TATANAN HIDUP BARU DI MASA PANDEMI COVID 19

.

I. SEBELUM PERAYAAN EKARISTI

  1. Mengingat adanya pembatasan jumlah kehadiran umat di Gereja,umat yang hadir harus sesuai jadwal wilayah & tempat masing-masing.
  • Umat Wilayah Dalam Kota mengikuti misa di Gereja Paroki
  • Umat Wilayah Luar Kota mengikuti misa di Gereja Stasi/ Kapel

          Tidak diperkenankan hadir di luar jadwal wilayah dan tempat yang tidak sesuai

  1. Umat yang datang pada perayaan Ekaristi harus dalam keadaan sehat / tidak sedang dalam keadaan sakit (Panas/demam, pilek/flu, batuk, sesak napas dll)
  1. Umat usia 65 tahun ke atas dan usia di bawah 10 tahun (belum Komuni Pertama) serta memiliki sakit bawaan, yang rentan kesehatannya, demi keselamatan dan kesehatan tidak diperkenankan mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja dan silakan mengikuti Perayaan Ekaristi secara Live Streaming (online.)
  1. Umat yang datang pada perayaan Ekaristi wajib mengenakan masker, membawa handsanitizer, faceshield dan sapu tangan pribadi dari rumah.
  1. Sebelum masuk Gereja, umat yang datang wajib menjalani pengukuran suhu tubuh yang dilkukan oleh petugas (suhu tubuh di atas 37,5 tidak diperkenakan masuk) dan wajib mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan.
  1. Umat dimohon menyiapkan uang persembahan dari rumah dan dimasukkan ke kotak kolekte yang sudah disediakan saat memasuki pintu masuk Gereja, atau langsung menggunakan QR Code. Setelah itu wajib membersihkan tangan dengan Handzanitiser.
  1. Umat masuk Gereja wajib melalui pintu masuk yang sudah ditetapkan, yang akan dibantu oleh Petugas Pengatur umat.
  1. Bagi umat yang menggunakan kendaraan roda 2 wajib parkir di halaman SMP Saverius, sedangkan roda 4 parkir di Jalan Pattimura atau jalan Rokan, dibantu oleh Petugas Keamanan/Parkir.

.

II. SELAMA PERAYAAN EKARISTI BERLANGSUNG :

  1. Di dalam Gereja umat wajib duduk dengan tetap menjaga jarak aman sesuai dengan tempat duduk yang sudah disetting dengan memenuhi standar protokol kesehatan. Tidak duduk di bangku yang sudah ditandai
  1. Tata Perayaan ekaristi tidak berubah hanya dibuat lebih simpel, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Di pintu masuk tidak disediakan air suci.
  • Lagu-lagu yang digunakan dalam perayaan ekaristi : Lagu Pembuka, Kemuliaan (opsional) bisa dinyanyikan atau didaraskan, Mazmur (opsional) bisa dinyanyikan atau didaraskan, Kudus, Bapa Kami (opsional) bisa dinyanyikan atau didaraskan, dan Lagu Penutup
  • Tidak diperkenankan berjabat tangan selama salam damai.
  • Tidak ada kantong kolekte yang beredar, Uang Kolekte bisa dimasukkan ke Kotak Kolekte atau via QR kode yang disediakan di depan pintu masuk. (Dilakukan sebelum misa saat memasuki gereja).
  • Pelaksanaan Komuni seperti biasa tapi tetap menjaga jarak aman sesuai standar protokol kesehatan (lihat garis di lantai), saat maju dalam pengawasan petugas tata tertib dan disemprot dengan Handzanitiser sebelum menerima komuni.
  • Urutan maju dalam penerimaan komuni diatur per blok (blok Ganjil dan Genap) dari tempat duduk sisi Utara, Tengah dan Selatan, yang akan diatur oleh Petugas Pengatur umat.
  • Prodiakon yang akan membagikan Komuni, wajib mengenakan masker, Faceshield, mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan Handzanitizer sebelum membagikan komuni.
  • Selama Ekaristi tata gerak liturgi untuk umat hanya duduk, berdiri dan bergerak saat komuni.

.

III.  SESUDAH PERAYAAN EKARISTI

  1. Setelah selesai Perayaan Ekaristi, umat wajib keluar Gereja melalui pintu keluar yang sudah ditentukan, mulai dari urutan umat yang duduknya paling belakang yang akan diatur oleh Petugas Pengatur Umat.
  1. Setelah Perayaan Ekaristi, umat langsung pulang, dilarang berkumpul atau bergerombol ngobrol di lingkungan Gereja.

.

SATGAS COVID PAROKI SRAGEN