Pertemuan 2 BKSN :Yesus adalah Anak Manusia, Raja Kerajaan Surga (Matius 15:31-46)

PENGANTAR
Bapak/Ibu/Saudara-saudari yang terkasih, kita bersyukur untuk mendengarkan Sabda-Nya. Pada pertemuan yang lalu kita telah diajak untuk mendalami kebenaran bahwa Allah adalah Kasih. Kita mengenal Allah dan percaya telah dikasihi oleh Allah sehingga kita pun mengasihi sesama. Dalam pertemuan kedua ini, kita akan mendalami Matius 25:31-46. Dalam perikop ini kita akan melihat bahwa “Yesus adalah Anak Manusia, Raja Kerajaan Surga.” Ia memegang kuasa atas kerajaan abadi dan pada akhir zaman Ia akan menggunakan kuasa-Nya untuk menentukan siapa yang layak masuk dalam kerajaan-Nya. Marilah kita membuka hati dan budi kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan.

GAGASAN DASAR:
– Yesus seringkali menyebut diri sebagai Anak Manusia (Mat. 8:20). Pemahaman mengenai Anak Manusia muncul dalam penglihatan yang dialami oleh Daniel (Dan. 7:13-14). Anak Manusia adalah pribadi yang datang dari langit, dari surga, dan bukan seorang manusia yang datang dari dunia. Allah memberikan kepada-Nya kekuasaan dan kemuliaan sebagai raja. Kerajaan yang berada di bawah kuasa Anak Manusia itu tidak akan musnah. Kerajaan ini adalah kerajaan surga yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Anak Manusia itu sendiri akan menjadi raja yang kekal. Selama-lamanya Ia akan memegang kuasa sebagai raja atas kerajaan surga. Yesus itulah Anak Manusia yang dinubuatkan dalam Kitab Daniel. Ia memegang kuasa atas kerajaan abadi dan pada akhir zaman Ia akan menggunakan kuasa-Nya untuk menentukan siapa yang layak masuk dalam kerajaan-Nya. Semua orang dari segala bangsa akan dibawa ke hadapan Anak Manusia dan setiap orang akan diadili menurut perbuatannya.

– Kita, para pengikut Kristus, adalah orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Manusia, yang berkuasa atas Kerajaan Surga. Kalau Yesus adalah Raja Kerajaan Surga, kita adalah hamba-hamba-Nya yang setia kepada-Nya dan senantiasa siap melayani-Nya. Bagaimana kita dapat melayani Dia? Kristus, Sang Raja yang berkuasa atas Kerajaan Surga itu hadir di dalam diri orang-orang yang mengalami penderitaan. Ia adalah Raja atas surga dan bumi, tetapi hadir di dalam dunia ini, dalam diri orang-orang yang menderita. Karena itu, tindakan yang dilakukan terhadap orang yang mengalami penderitaan itu, sebenarnya dilakukan terhadap Kristus. Tindakan manusia di dunia ini, khususnya yang dilakukan terhadap orang yang menderita, menjadi dasar pertimbangan dalam pengadilan di akhir zaman itu.

– Karena itu, selama menjalani kehidupan di dunia ini kita harus memperhatikan sesama yang menderita dengan keyakinan bahwa apa pun yang dilakukannya terhadap mereka sebenarnya dilakukan bagi Kristus. Pelayanan terhadap orang-orang yang menderita adalah tanda kesetiaan sebagai hamba-hamba Kristus, Raja Surga. Tetapi, wajah Kristus tersembunyi dalam wajah orang-orang yang menderita sehingga banyak orang mengalami kesulitan untuk memandang wajah Kristus yang tersembunyi itu. Akibatnya, banyak orang tidak melayani Kristus yang hadir dalam diri orang-orang yang malang itu. Kalau kita membina relasi dengan Kristus, kita dapat melihat wajah-Nya dengan jelas, sekalipun bagi orang lain kabur atau tidak tampak. Hubungan pribadi kita dengan Kristus akan membuat kita menjadi lebih peka terhadap kehadiran-Nya dan menggerakkan kita untuk mengasihi-Nya dalam diri orang-orang yang menderita.

BACAAN KITAB SUCI
“Penghakiman Terakhir” (Matius 25:31-46)
“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

PENDALAMAN
Membaca kembali teks Alkitab sambil memperhatikan pertanyaan di bawah ini dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks Alkitab.
1. Siapakah Anak Manusia itu? (ay. 31)
2. Apa yang dilakukan-Nya pada akhir zaman? Apa yang menjadi dasar penghakiman-Nya? (ay. 31-33)
3. Siapakah yang diumpamakan dengan domba dan kambing? Apa yang mereka lakukan? (ay. 35-36, 42-43)
4. Apa yang dilakukan oleh Anak Manusia terhadap mereka yang di kanan dan sebelah kiri? (ay. 34, 41)

PENJELASAN

1. Dalam Kitab Daniel dinyatakan bahwa Anak Manusia adalah pribadi yang datang dari langit, dari surga, dan bukan seorang manusia yang datang dari dunia (Dan. 7:13-14). Allah memberikan kepada-Nya kekuasaan dan kemuliaan sebagai raja. Kerajaan yang berada di bawah kuasa Anak Manusia itu tidak akan musnah. Kerajaan ini adalah kerajaan surga yang tidak terikat pada tempat dan waktu dan Anak Manusia itu akan menjadi raja yang kekal. Anak Manusia yang dinubuatkan dalam Kitab Daniel itu adalah Yesus. Ia memegang kuasa atas kerajaan abadi dan pada akhir zaman Ia akan menggunakan kuasa-Nya untuk menentukan siapa yang layak masuk dalam kerajaan-Nya. Walaupun Dia berkuasa atas Kerajaan Surga, Anak Manusia itu hadir dalam diri orang-orang yang menderita. Karena itu, kebaikan yang dilakukan terhadap orang yang miskin dan menderita itu dilakukan bagi Dia.

2. Pada akhir zaman, Kristus, Anak Manusia, akan datang dalam kemuliaan-Nya dengan diiringi oleh para malaikat-Nya. Lalu Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Karena bersemayam di atas takhta, dapat dikatakan bahwa ia adalah seorang raja (ay. 34). Pada waktu itu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan Anak Manusia untuk diadili. Walaupun yang disebut adalah semua bangsa, pengadilan ini dilakukan kepada setiap orang, bukan kepada setiap bangsa. Dengan kata lain, semua orang dari segala bangsa akan dibawa ke hadapan Anak Manusia dan setiap orang akan dihakimi. Dalam pengadilan itu, Anak Manusia akan memisahkan seorang dari yang lain, seperti seorang gembala memisahkan domba dari kambing: Ia menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, sedangkan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dasar yang digunakan oleh Anak Manusia untuk menghakimi adalah perbuatan yang dilakukan oleh setiap orang dalam kehidupan di dunia. Perbuatan yang mana? Perbuatan yang dilakukan terhadap orang-orang yang menderita, yaitu yang lapar, haus, telanjang, sakit, dan dalam penjara. Mereka adalah saudara dari Anak Manusia, Raja Kerajaan Surga itu, sehingga apa yang dilakukan terhadap mereka sebenarnya dilakukan terhadap Dia.

3. Domba melambangkan orang benar, yaitu orang yang melakukan kebaikan selama hidup di dunia. Ada enam kebaikan yang mereka lakukan, yang dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a) memberi makan orang yang lapar dan memberi minum orang yang haus. Dua perbuatan ini merupakan kebaikan yang mendasar karena menyangkut kebutuhan dasar manusia. Orang yang kekurangan makan dan minum akan menjadi lemah badannya. Hal ini bisa membuat orang menjadi sakit, dan bila berkepanjangan, orang dapat kehilangan nyawa.
b) memberi tumpangan kepada orang asing dan memberi pakaian kepada orang yang telanjang. Tempat untuk berteduh dan pakaian membantu orang untuk bertahan dalam cuaca, apalagi di malam hari atau pada musim dingin.
c) melawat orang sakit dan mengunjungi orang yang dipenjara. Kehadiran dan perhatian kepada kedua kelompok orang ini dapat mendatangkan kegembiraan bagi mereka dan meringankan penderitaan yang mereka alami.

Kambing melambangkan orang terkutuk, yang tidak pernah memperhatikan apalagi mengasihi Tuhan yang hadir dalam diri orang-orang miskin dan menderita. Mereka tidak memberi-Nya makan ketika Ia lapar, tidak memberi-Nya minum ketika Ia haus, tidak memberi-Nya tumpangan ketika Ia seorang asing, tidak memberi-Nya pakaian ketika Ia telanjang, tidak melawat-Nya ketika Ia sakit, dan tidak mengunjungi-Nya ketika Ia di dalam penjara.

4. Anak Manusia menyebut mereka yang ditempatkan di sebelah kanan-Nya sebagai orang-orang “yang diberkati oleh Bapa-Ku.” Ia juga menyatakan bahwa mereka akan menerima Kerajaan yang telah disediakan bagi mereka sejak dunia dijadikan. Demikianlah, orang benar akan masuk ke dalam hidup yang kekal, yang juga disebut sebagai Kerajaan, yang telah disediakan bagi mereka. Sebaliknya, orang-orang yang dilambangkan dengan kambing yang ditempatkan di sebelah kiri-Nya itu akan dienyahkan “ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Api yang kekal itu sebenarnya tidak disediakan bagi manusia, melainkan untuk Iblis dan para malaikatnya. Tetapi, apa yang mereka lakukan selama hidup di dunia telah membawa mereka ke tempat itu.

PESAN DAN PENERAPAN

– Kabar baik untuk manusia: Tuhan Yesus yang kita imani adalah Raja yang berkuasa atas Kerajaan Surga selamanya. Ia memegang kuasa atas kerajaan abadi dan memiliki kuasa untuk menentukan siapa yang layak masuk dalam kerajaan-Nya. Sekalipun Ia adalah Raja atas surga, Tuhan Yesus dekat dengan manusia di dunia ini karena Ia hadir dalam diri orang-orang yang menderita.

– Identitas kita: Kita, para pengikut Kristus, adalah orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Manusia, yang berkuasa atas Kerajaan Surga. Kalau Yesus adalah Raja Kerajaan Surga, kita adalah hamba-hamba-Nya yang setia kepada-Nya dan senantiasa siap melayani-Nya.

– Cara hidup kita: Karena kita adalah hamba-hamba dari Raja Kerajaan Surga, kita senantiasa melayani-Nya. Bagaimana kita melakukan hal ini? Selama menjalani kehidupan di dunia ini kita dipanggil untuk memperhatikan sesama yang menderita. Karena, apa pun yang dilakukannya terhadap mereka sebenarnya dilakukan bagi Kristus, Tuhan yang berkuasa atas Kerajaan Surga. Pelayanan terhadap orang-orang yang menderita adalah tanda kesetiaan sebagai hamba-hamba Kristus, Raja Surga.

Pertanyaan untuk permenungan:
1. Apa yang selama ini menjadi motivasi bagi kita untuk berbuat baik kepada sesama, khususnya yang sedang mengalami penderitaan?
2. Setelah membaca teks ini, apa yang seharusnya menjadi motivasi saya dalam melayani sesama?
3. Siapakah orang-orang yang mengalami penderitaan yang dapat aku temui di sekitarku?
4. Apa yang harus aku lakukan untuk mereka? Bagaimana aku harus melakukannya?

DOA
Allah Bapa, Yang MahaPengasih, kami bersyukur kepada-Mu atas Sabda-Mu yang telah Kaunyatakan kepada kami. Sabda-Mu mengingatkan kami akan kebenaran iman yang kami terima, yaitu bahwa Yesus, Anak Manusia itu, adalah Raja yang berkuasa atas Kerajaan Surga. Kami mohon bantulah kami agar senantiasa menyadari bahwa kami adalah hamba-hamba-Nya, yang senantiasa setia melayani-Nya dengan perbuatan baik dan pelayanan kasih terhadap sesama terutama yang menderita. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.