Pertemuan 3 BKSN : Orang Berdosa namun dipercaya oleh Tuhan (Lukas 1 :1-11)

PENGANTAR
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, terima kasih untuk kehadiran saudara semua dalam Pendalaman Kitab Suci ini. Dalam Pertemuan II yang lalu kita telah melihat kebenaran tentang “Yesus, Anak Manusia Adalah Raja Kerajaan Surga.” Dalam Pertemuan III ini kita akan mendalami kebenaran lain mengenai iman kita, yaitu “Kita Orang Berdosa Namun Dipercaya Oleh Tuhan.” Belajar dari pengalaman panggilan Petrus dan kawan-kawannya dalam Luk. 5:1-11, kita diajak untuk mengenal Yesus, Tuhan kita, dan mengenal diri kita di hadapan-Nya. Marilah kita membuka hati kita bagi Sabda Tuhan yang kita dengarkan dalam pertemuan ini.

 

GAGASAN POKOK
– Kisah panggilan para murid ini merupakan kisah penampakan dari Yang Ilahi (epifani), tetapi dalam peristiwa yang sangat manusiawi. Mulanya Petrus mengenal Yesus sebagai guru yang dikagumi oleh orang banyak. Ketika Yesus berada di pantai Danau Galilea, begitu banyak orang mendengarkan-Nya sampai-sampai Ia harus naik ke perahu dan mengajar dari atas perahu. Petrus merelakan perahunya untuk menjadi tempat duduk Yesus. Terdengar aneh bagi Petrus, ketika Yesus menyuruhnya bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan. Sudah sepanjang malam ia menebarkan jala tanpa menangkap seekor ikan pun. Hanya karena rasa hormatnya kepada Yesus, ia melakukannya.

– Melihat tangkapan ikan yang tidak masuk akal baginya sebagai seorang nelayan, Simon langsung menyadari bahwa Yesus bukanlah manusia biasa. Peristiwa ini menunjukkan kepadanya bahwa Allah menyatakan diri dalam diri Yesus yang menyuruh mereka menebarkan jala pada siang hari. Berhadapan dengan Yesus, Simon sujud dan meminta Yesus pergi karena dia orang berdosa. Kesadaran akan siapa dirinya di hadapan Tuhan membuat Petrus pun menyadari siapa dirinya: di hadapan-Nya, Petrus hanyalah seorang berdosa. Kesadaran ini menggerakkan Petrus untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan karena Dialah yang berkuasa atas dirinya. Tuhan memanggilnya untuk mengikuti Dia dan menjadi penjala manusia. Seluruh diri Petrus hanya tertuju kepada Tuhan sehingga meninggalkan segala sesuatu lalu mengikuti Yesus.

– Simon Petrus adalah teladan bagi orang-orang yang percaya pada Kristus. Di hadapan Tuhan yang Mahakudus, kita menyadari diri sebagai orang berdosa. Tetapi, Tuhan berkenan menjumpai kita dan memberikan tugas kepada kita untuk memberitakan kasih-Nya kepada sesama. Kesadaran bahwa kita adalah manusia yang berdosa akan mendorong kita untuk melakukan tugas itu dengan penuh kesungguhan. Walaupun berdosa, kita diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi utusan-Nya.

BACAAN KITAB SUCI

“Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia” (Lukas 5:1-11)

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

PENDALAMAN KITAB SUCI
Membaca kembali teks sambil memperhatikan pertanyaan di bawah dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks Alkitab.
1. Di mana peristiwa itu terjadi? (ayat 1)
2. Setelah Yesus selesai mengajar, apa yang diperintahkan Yesus kepada Simon dan bagaimana reaksi Simon? (ayat 4)
3. Apa yang terjadi ketika Simon menebarkan jala?
4. Melihat kejadian itu, apa yang dilakukan Simon Petrus? (ayat 8)
5. Apa yang dikatakan Yesus kepada Simon ketika mendengar perkataan Simon? (ayat 10)

 

PENJELASAN
Penjelasan cerita yang terdapat dalam gagasan pendukung.

1. Yesus mengajar orang banyak di pantai Danau Genesaret yang terletak di wilayah Galilea. Banyak orang mengerumuni Yesus hendak mendengarkan firman Allah yang hendak disampaikan-Nya. Mereka berdesak-desakan untuk dapat mendekati Dia. Bila orang banyak itu terus mendesak-Nya, tidak akan ada jarak antara Yesus dengan mereka sehingga Ia tidak akan dapat berbicara kepada mereka.

2. Setelah selesai menyampaikan pengajaran kepada orang banyak itu, Yesus meminta Simon bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala di situ untuk menangkap ikan. Perintah ini terdengar aneh di telinga Simon. Ia adalah nelayan yang sudah terbiasa mencari ikan di Danau Galilea. Pada malam sebelumnya Simon dan teman-temannya telah bekerja keras untuk mencari ikan, tetapi tidak menangkap apa-apa. Malam hari adalah waktu yang cocok untuk menangkap ikan dan Simon adalah nelayan yang memahami situasi di danau itu. Sepanjang malam ia telah bekerja keras, tetapi tidak mendapatkan apa-apa, rasanya tidak ada gunanya untuk menebarkan jala pada siang hari. Kalau kemudian ia bertolak untuk menebarkan jala, hal itu semata-mata dilakukannya hanya karena mengikuti perkataan Yesus. Bisa jadi Petrus tidak setuju dengan Yesus, tetapi ia melakukan apa yang dikatakan-Nya.

3. Simon dan teman-temannya menolakkan perahunya ke tengah danau lalu mereka menebarkan jala. Apa yang kemudian dialami oleh Simon benar-benar di luar dugaannya. Jala yang mereka tebarkan ternyata menangkap sejumlah besar ikan. Bahkan, jala itu mulai koyak karena tidak dapat menahan banyaknya jumlah ikan yang tertangkap. Karena itu, mereka memanggil teman-teman mereka yang ada di perahu lain untuk membantu menampung ikan yang mereka tangkap. Simon Petrus menyadari bahwa apa yang sedang dialaminya bukanlah peristiwa biasa. Dia dan teman-temannya takjub menyaksikan banyaknya ikan yang mereka tangkap, padahal mereka menebarkan jala pada siang hari, atas perintah seorang guru.

4. Simon Petrus menyadari bahwa apa yang sedang dialaminya bukanlah peristiwa biasa. Dia dan teman-temannya takjub menyaksikan banyaknya ikan yang mereka tangkap, padahal mereka menebarkan jala pada siang hari, atas perintah seorang guru. Sesampainya di darat, ia mendekati Yesus dan sujud di depan-Nya lalu berkata “Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa.” Ketika hendak bertolak untuk menebarkan jala, Simon memanggil Yesus dengan sebutan “guru”. Setelah peristiwa penangkapan ikan ini, Simon memanggilnya “Tuhan.” Kenyataan yang dialami Simon membuat dia sadar siapa pribadi yang sedang dihadapinya. Hal ini juga membuatnya sadar bahwa dirinya adalah orang berdosa sehingga tidak layak ada di dekat-Nya.

5. Mendengar perkataan Simon, Yesus berkata kepadanya, “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Ia meminta Simon untuk tidak merasa takut. Benar bahwa Allah telah menyatakan diri dalam pribadi Yesus, tetapi hal itu dilakukan bukan untuk membuat mereka hancur dan binasa. Bahkan, Yesus memanggil mereka untuk menjadi penjala manusia. “Menjala manusia” merupakan kiasan untuk mencari/membawa orang menjadi pengikut Yesus. Dalam praktiknya hal ini nantinya baru akan mereka lakukan setelah Yesus naik ke surga. Mereka akan memberitakan karya penyelamatan yang dilakukan oleh Kristus kepada orang Yahudi dan bukan Yahudi. Mereka bahkan harus meninggalkan negeri mereka untuk melaksanakan tugas ini. Agar dapat menjalankan tugas ini, sekarang mereka harus mengikuti Yesus untuk menjalani kehidupan sebagai murid sehingga dapat mengenal Dia dan memahami kehendak-Nya.

 

PESAN DAN PENERAPAN
Pesan yang diambil dari bacaan yang direnungkan

• Mukjizat penangkapan ikan yang dialami oleh Simon Petrus menunjukkan bahwa Yesus yang menyuruhnya menebarkan jala itu adalah Tuhan yang Mahakuasa. Ia berkuasa untuk “memerintahkan” alam dan alam pun taat kepada-Nya. Dialah Tuhan yang kita percaya dan kita sembah. Walaupun demikian, Ia datang dalam kehidupan manusia di dunia ini dan menyatakan diri kepada kita.

• Di hadapan Tuhan yang Mahakuasa itu, Simon menyadari siapa dirinya. Ia sujud di depan Yesus lalu berkata, “Tuhan, pergilah dari hadapanku, karena aku ini seorang berdosa.” Di hadapan Tuhan, kita hanyalah manusia yang berdosa. Kita mempunyai kecenderungan kepada dosa dan dengan kekuatan sendiri kita tidak sanggup mengalahkan dosa.

• Walaupun demikian, Tuhan meminta Simon untuk mengikuti Dia dan menjadikannya penjala manusia. Ia mempercayakan tugas kepada Simon untuk memberitakan karya keselamatan yang dikerjakan-Nya untuk manusia. Hal yang sama berlaku untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Sekalipun kita adalah orang yang berdosa, Tuhan telah memanggil kita untuk mengikuti-Nya dan mempercayakan tugas untuk memberitakan kasih Allah yang menghendaki keselamatan manusia.

 

Pertanyaan untuk refleksi

1. Kapan dan bagaimana seorang pengikut Yesus dapat menyadari bahwa Allah itu Mahakuasa dan bahwa di hadapan Allah dia hanyalah manusia yang berdosa?

2. Bagaimana seharusnya sikap kita, manusia yang berdosa ini, di hadapan Allah yang Mahakuasa? Bagaimana sikap Allah terhadap manusia yang berdosa?

Fasilitator mengajukan pertanyaan di bawah ini dan memberi kesempatan kepada peserta untuk memberikan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan ini ditulis dan dibacakan satu per satu.

1. Apa makna “menjadi penjala manusia” untuk umat Katolik di zaman sekarang?

2. Bagaimana kita sebagai orang Katolik dapat menjalankan tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita itu?

DOA
Ya Allah Yang Mahacinta, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang menginspirasi kami. Bantulah kami selalu dengan kuasa Roh Kudus-Mu agar kami dapat mengenali diri kami di hadapan-Mu dan berani mempersembahkan hidup kami untuk kerajaan-Mu. Ingatkanlah kami bahwa dalam keberdosaan kami sekalipun Engkau tetap merangkul kami dan mempercaya kami untuk melakukan kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. U Amin.