Pertemuan 4 BKSN : Bangga menjadi orang Katolik (Kisah Para Rasul 2:37-47)

PENGANTAR
Bapak/Ibu/Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, kita bersyukur karena Allah membimbing kita semua sampai pada pertemuan terakhir di Bulan Kitab Suci Nasional 2020. Dalam Pertemuan I-III kita telah melihat identitas orang beriman dalam kaitannya dengan Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus: (1) Kita adalah orang yang percaya bahwa Allah adalah Kasih, (2) Kita adalah pengikut Yesus, Anak Manusia adalah Raja Kerajaan Surga, dan (3) Kita adalah orang berdosa namun dipercaya oleh Tuhan. Dalam Pertemuan IV ini kita melihat identitas kita sebagai anggota Gereja Katolik, persekutuan orang yang percaya kepada Yesus yang merupakan pernyataan kasih Allah. Kita akan belajar untuk “Bangga Menjadi Orang Katolik.” Dengan hidup bersama dalam persekutuan orang beriman, kita mendapatkan kekuatan dan peneguhan iman. Mari kita siapkan hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan.

GAGASAN POKOK
– Para rasul memberitakan karya penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem. Banyak orang yang percaya kepada pemberitaan mereka lalu dibaptis. Semua orang yang telah dibaptis membentuk persekutuan yang kemudian disebut Jemaat/Gereja. Gereja yang telah dimulai oleh para rasul itu berkembang dari zaman ke zaman.

– Gereja, umat Allah adalah persekutuan para murid Kristus, yang dibangun di atas dasar para rasul. Gereja adalah kumpulan orang-orang yang percaya kepada Kristus dan, mengikatkan diri dan hidup dalam persekutuan orang beriman. Kita yang percaya kepada Kristus dan telah dibaptis dalam nama Tritunggal masuk dalam persekutuan para murid Kristus dan menjadi anggota Gereja Katolik. Dengan demikian, dalam diri kita melekat identitas sebagai pengikut Kristus dan anggota Gereja Katolik.

– Dalam perikop ini kita dapat melihat bagaimana Gereja Perdana, yaitu Gereja yang dibangun oleh para rasul di Yerusalem, menampakkan cara hidup yang khas. Sebagai anggota Gereja kita perlu memahami cara hidup Gereja Perdana untuk belajar bagaimana hidup menurut identitas sebagai anggota Gereja.

a) Bertekun dalam pengajaran para rasul: Agar dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan yang mereka imani, Jemaat selalu mendengarkan ajaran Tuhan Yesus yang disampaikan oleh para rasul.

b) Hidup dalam persekutuan. Orang-orang yang percaya kepada Kristus menjadi sebuah keluarga di mana para anggotanya saling mengasihi.

c) Memecahkan roti dan berdoa. Para anggota Gereja Perdana memecahkan roti untuk mengenangkan karya penyelamatan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

d) Milik bersama. Para anggota Gereja Perdana tidak mementingkan diri sendiri, tetapi memperhatikan kebutuhan sesama. Mereka menyerahkan apa yang mereka miliki untuk membantu para anggota yang berkekurangan.

e) Hidup dalam sukacita. Para anggota Gereja Perdana mengalami sukacita karena telah menerima kabar keselamatan Kristus. Mereka telah mengalami karya penyelamatan itu dan bersyukur atas semua yang
telah dilakukan oleh Kristus bagi mereka.

– Dengan hidup bersama dalam persekutuan orang beriman, sambil menghayati cara hidup jemaat perdana, kita akan merasa bangga sebagai orang Katolik. Kita bangga mempunyai Allah seperti Yesus, Tuhan yang
berkuasa atas hidup dan mati, atas surga dan bumi. Dengan mengenal identitas Yesus, kita mengenal identitas kita sebagai pengikut Yesus. Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus sebagai Anak Manusia, Mesias, Raja Surga. Identitas kita ini menggerakkan kita untuk menjalani kehidupan sebagai pengikut Yesus, khususnya menjadi pewarta Injil. Kita pergi ke berbagai penjuru dunia untuk memberitakan karya penyelamatan yang dikerjakan oleh Yesus supaya manusia di dunia ini menikmati kehidupan abadi di surga.

 

BACAAN KITAB SUCI (Kisah Para Rasul 2:37-47)
Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

 

PENDALAMAN
Membaca kembali teks sambil memperhatikan pertanyaan di bawah dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks Alkitab.
1. Apa jawaban Petrus ketika orang banyak bertanya “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara”? (ay. 38-39)
2. Bagaimana cara hidup jemaat yang pertama? (ay. 42)
3. Dengan cara hidupnya yang khas jemaat Kristiani perdana Yerusalem disukai semua orang. Apa yang dilakukan Allah terhadap mereka? (ay. 47)

 

PENJELASAN
Penjelasan cerita yang terdapat dalam gagasan pendukung.
1. Orang-orang yang hadir terkesan pada karunia lahiriah Roh Kudus dan pada kotbah Petrus tentang perbuatan-perbuatan Allah melalui Yesus. Beberapa orang lalu menanyakan apa yang harus mereka lakukan setelah mendengarkan warta tentang Yesus Kristus itu. Petrus menjawab, “Bertobatlah, ubahlah cara pikir dan tingkah lakumu!” Mereka diajak untuk berbalik dari sikap dan perilaku mereka yang jahat, yang mencapai puncaknya ketika mereka membunuh Yesus. Sikap dan perilaku mereka yang demikian itu telah menutup diri mereka dari karya keselamatan Allah. Namun, Ia memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat agar dapat diselamatkan.

2. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul. Yang dimaksudkan dengan pengajaran para rasul itu adalah pengajaran yang diberikan kepada orang-orang yang baru percaya pada Kristus atau dengan kata lain baru masuk Kristiani. Dalam pengajaran itu Kitab Suci ditafsirkan dengan disinari oleh peristiwa Yesus Kristus. Jadi yang dimaksudkan dengan pengajaran itu bukan pewartaan Injil kepada orang-orang yang belum percaya kepada Kristus. Selain itu, mereka berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Ungkapan ”memecahkan roti” menunjuk pada Perjamuan Ekaristi. Sedangkan doa yang dimaksudkan adalah doa atau sembahyang bersama yang dipimpin oleh para rasul. Persekutuan mereka diwujudkan secara lebih nyata dalam hal harta milik. Mereka menganggap bahwa “segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.” Milik pribadi tidak hanya digunakan untuk kepentingan diri sendiri; anggota umat lain, bahkan seluruh umat boleh menggunakannya. Tetapi, cara hidup seperti ini tidak dapat disamakan Dengan sistem komunis karena dalam Jemaat Kristiani Perdana itu harta milik disediakan untuk kepentingan sesama. Jemaat secara sukarela dan dibagikan menurut kebutuhan masing-masing. Anggota Jemaat yang miskin dan para janda mendapatkan perhatian utama dalam hal ini.

3. Cara hidup Jemaat yang saling mengasihi dalam satu persekutuan itu membuat mereka disukai semua orang. Cara hidup mereka yang seperti itu menarik perhatian banyak orang dan mereka menggabungkan diri dalam persekutuan itu. Jumlah mereka makin bertambah. Dari kenyataan ini mereka melihat bahwa “tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Nyata bahwa kehidupan Jemaat itu menjadi sarana pewartaan iman dan bentuk kesaksian mereka tentang Kristus. Mereka tidak hanya mewartakan dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan dan seluruh hidup mereka.

 

PESAN & PENERAPAN
Pesan yang diambil dari bacaan yang direnungkan

• Kita dibaptis karena percaya kepada Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Kita mempercayakan diri kepada Allah yang adalah Kasih dan mengikuti Yesus Kristus, Raja Kerajaan Surga. Dengan menerima baptisan itu, kita pun menjadi anggota Gereja Katolik, persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Selayaknya kita bangga mempunyai Allah yang mengasihi kita melalui Yesus Kristus. Selayaknya juga kita bangga menjadi anggota Gereja Katolik yang kudus, sebagaimana kita ucapkan dalam Credo. Kepercayaan akan Kristus dan kesadaran sebagai
anggota Gereja Katolik inilah yang menjadi identitas kita.

• Identitas kita inilah yang menggerakkan kita untuk menjalani kehidupan sebagai pengikut Yesus seturut cara hidup jemaat perdana, yakni: 1). Bertekun dalam pengajaran para rasul, yang sekarang telah tertulis dalam Kitab Suci yang kita baca dan renungkan. 2), Hidup dalam persekutuan, yakni tidak sekedar berkumpul, tetapi saling mengasihi. 3), Memecahkan roti dan berdoa, yakni untuk mengenangkan karya penyelamatan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, yang sekarang dirayakan dalam perayaan Ekaristi. 4), Milik bersama, yakni tidak mementingkan diri sendiri, tetapi memperhatikan kebutuhan sesama. 5), Hidup dalam sukacita, yakni kita bersukacita karena telah mengalami karya penyelamatan Kristus dan bersyukur atas semua yang telah dilakukan-Nya bagi kita.

Pertanyaan untuk refleksi
1. Berilah contoh-contoh yang menggambarkan orang Katolik yang merasa minder dengan iman dan identitasnya sebagai orang Katolik!
2. Berdasarkan perikop yang telah kita baca, sebutkan dan jelaskan apa saja yang dapat mengungkapkan kebanggaan kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus dan anggota Gereja Katolik!
3. Bagaimana kita sebagai orang Katolik mengungkapkan kebanggaan kita itu?

 

DOA
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang telah kami dengarkan dalam pertemuan ini. Kami mohon, bantulah kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami dapat meneladani cara hidup Jemaat Perdana dalam membangun persekutuan persaudaraan kami sebagai orang Katolik, sehingga kami semakin kuat dan tetap setia dalam iman. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.