REKOLEKSI REKAT 2021: Berani Bertahan, Menguatkan Iman dan Menjadi Kerinduan

Paroki Sragen (LENTERA) – REKAT (Remaja Katolik) Paroki Santa Perawan Maria di Fatima Sragen mengadakan rekoleksi, Sabtu (30-31/01). Sebelumnya, pasti terlintas dipikiran anda. Bahwasanya apa sih REKAT itu? Mengapa harus diadakan Rekoleksi? Apalagi ditengah pandemi seperti ini? Nah, Rekat itu adalah sebuah paguyuban gereja dimana rekat itu sebagai wadah tumbuh kembangnya iman dan potensi para remaja kisaran Sekolah Menengah pertama. Remaja Katolik haruslah memiliki semangat berpelayanan yang kuat untuk kehidupan menggereja, maka REKAT adalah paguyuban yang mewadahi para remaja katolik di Kabupaten Sragen.

Mengapa harus diadakan rekoleksi? Sebagai wujud pelayanan dari remaja, pastilah ada regenerasi kepengurusan, di dalam kepengurusan itulah nantinya yang akan bekerjasama untuk melayani. Baik menggereja maupun terjun dalam masyarakat. Rekoleksi Rekat tahun ini banyak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diadakan offline dengan hitungan 3 hari 2 malam di luar kota. Tahun ini rekoleksi diadakan dengan sistem online offline dimana pesertanya mengikuti hari pertama (wajib) secara online melalui media zoom meeting dengan narasumber frater Yohanes kristi. Dengan topik simbol diri yang menyimpulkan bahwa diri kita digambarkan dalam sebuah benda yang nantinya benda itu mencerminkan kehidupan iman kita.

Serangkaian acara diawali dengan Technical Meeting pada tanggal 29 Januari di Gereja Paroki. Selanjutnya acara dilanjutkan pengakraban di group WhatsApp dengan fasilitator dan kelompok masing-masing. Lalu pada tanggal 30 Januari, acara dimulai pukul 15:30 WIB dengan acara pembukaan bersama Master Of Ceremony. Lalu dilanjutkan dengan acara bersama Frater Yohanes Kristi. Beliau memberikan banyak pesan dan kesan bagi para peserta, beliau juga mengajak untuk menjadi pribadi yang kaya akan iman, dalam perbincangan bersama beliau, peserta sangat antusias untuk mengikuti acara dengan baik. Walau dengan berbagai keterbatasan fisik maupun media yang digunakan. Di akhir acara, diadakan foto bersama dengan membawa kertas motivasi yang dituliskan peserta di hari Jumat, 29 Januari 2021. Kertas itu berisikan semangat dan motivasi yang akan mereka dan menjadi pedoman dalam berpelayanan.

Di hari terakhir rekoleksi yaitu pada 31 Januari, acara diadakan secara offline namun dihari kedua ini adalah optional, dalam artian apabila dihari kedua ini, peserta tidak diizinkan orantua untuk mengikuti sesi offline, maka peserta diwajibkan mengikuti sesi hari kedua secara online melalui fasilitator kelompok. Di hari terakhir dinamika, diputarkan berbagai video mulai dari video all about rekat yaitu memperkenalkan apa saja kegiatan yang ada di dalam rekat. Lalu diputarkan video pentas seni dari panitia. Acara dilanjut dengan perkenalan panitia, setelah itu dilanjut dengan dinamika kelompok. Peserta diarahkan untuk mengingat “apa sih yang menjadi semangat, dan tujuan melayani gereja dan Tuhan” peserta dibimbing untuk menemukan jati diri iman kekatholikan bersama para fasil.

Selesai dinamika, peserta diajak untuk menyelesaikan sebuah misi besar yaitu Helps and find. Dimana permainan ini membutuhkan effort dalam menuelesaikan, peserta dibimbing untuk saling membantu dan menemukan sebuah puzzle dengan gambar st. Dominikus Savio. Dominikus Savio sendiri adalah pelindung rekat, kami diajak untuk meneladan hidupnya dalam setia melayani Kristus.

Di sesi terakhir, diadakan pemilihan formatur, dimana mereka akan menjadi pengurus inti yang akan bekerja dengan teman-temannya. Pemilihan formatur sendiri, didampingi dengan para fasilitator, agar peserta mampu memilih dengan bijak. Setelah pemilihan acara, ada hadiah sebagai peserta yang aktif selama dinamika dan proses 2 hari. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama. (REKAT)