APP 2021: Bertumbuh dalam Kristus, Berbuah dalam Hidup

Pengantar

Masa Prapaskah di tahun 2021 dibuka dengan perayaan Rabu Abu yang dirayakan pada tanggal 17 Februari. Dalam masa Prapaskah ini, seluruh umat beriman diundang untuk mempersiapkan diri selama 40 hari agar pantas merayakan Paskah Tuhan yang akan dirayakan pada tanggal 4 April 2021.

Sebagaimana diserukan dalam artikel nomor 109 Konstitusi Liturgi Suci, Sacrosanctum Concilium, masa Prapaskah menjadi kesempatan yang baik bagi seluruh umat beriman kristiani untuk mengenang kembali atau mempersiapkan Baptis serta untuk membina pertobatan. Dalam artikel 110, Konstitusi Liturgi Suci mengingatkan agar upaya pertobatan tidak hanya bersifat batin dan perorangan, namun juga bersifat lahir dan sosial kemasyarakatan. Pertobatan yang diupayakan selama masa Prapaskah diharapkan tidak hanya berdaya ubah bagi diri pribadi, namun juga berdaya ubah bagi masyarakat dan membawa relasi sosial ke arah yang lebih baik.

Gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) dahulu diinisiasi sebagai salah satu wujud gerakan tobat selama masa Prapaskah. Melalui gerakan APP, umat beriman berlatih membina pertobatan dalam kemerdekaan batin masing-masing: menyadari dan berusaha meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk, bermatiraga dengan puasa dan pantang, berusaha tekun dan setia dalam doa, membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti ekaristi, menyesali dosa dan menyambut sakramen tobat (pengakuan dosa), memperdalam khazanah iman melalui aneka katekese, dan belajar memperhatikan dan solider dengan sesama yang membutuhkan dalam ketulusan hati anak-anak Tuhan.

Paguyuban Kasih Murid-Murid Yesus
Sebagai pengikut Kristus, seluruh umat beriman dipersatukan dalam satu paguyuban kasih murid-murid Kristus. Rencana Induk dan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang sebagai cita-cita hidup bersama juga mengundang seluruh umat untuk mewujudkan diri sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus, dalam bimbingan Roh Kudus, bertekad semakin erat bersatu dengan Kristus, berbuah dalam hidup (lih. Yoh 15:1-17), dan bersama masyarakat memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih, tanda kehadiran Kerajaan Allah.

Cita-cita bersama Keuskupan Agung Semarang ini juga menjadi semangat dasar bagi kita dalam ber-APP di tengah situasi masyarakat yang masih harus berjuang di masa pandemi saat ini. Situasi masyarakat saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mewujudkan tatanan hidup baru yang diwarnai oleh solidaritas sosial demi terwujudnya kesejahteraan yang menyeluruh, demokrasi yang berkeadilan, dan relasi sosial yang bermartabat. Solidaritas sosial yang telah menjadi warisan dan identitas bangsa memanggil kita semua untuk terlibat dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi yang berkeadilan. Dalam semangat gotong royong, kita diundang untuk memperhatikan kesejahteraan bagi semua orang, terutama mereka yang miskin dan mengalami dampak buruk akibat pandemi Covid-19 yang telah mewabah sejak tahun lalu.

Dalam kesadaran akan situasi saat ini, Konferensi Wali Gereja Indonesia mengangkat tema APP Nasional 2021, yaitu “Semakin Beriman Semakin Solider (Membangun Ekonomi Solidaritas)”. Melalui tema ini, KWI mengingatkan seluruh umat beriman katolik di Indonesia bahwa solidaritas tidak dapat dipisahkan dari cinta kasih, yang merupakan keutamaan dasar murid-murid Kristus (bdk. Yoh 13.35; SRS 40). Hanya dalam keutamaan kasih itulah, setiap murid Kristus dapat menghayati semangat pengorbanan, mewujudkan solidaritas dan turut membangun dunia menjadi semakin manusiawi. Semangat solidaritas murid-murid Kristus semestinya ditimba dari solidaritas Allah yang telah mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan manusia. Setiap pribadi mengemban tugas, amanat, dan tanggung-jawab mengembangkan hidup bersama sebagai wujud nyata keterlibatan pada rencana dan program Allah untuk mewujudkan keselamatan dan damai sejahtera bagi dunia. Semakin beriman seharusnya semakin solider. Iman yang sejati selalu menyatakan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka yang membutuhkannya (bdk.Yak. 2:17).

Ber-APP di tengah Pandemi
Sebagai paguyuban murid-murid Kristus, kita patut bersyukur atas panggilan dan perutusan kita untuk menghadirkan karya belas kasih Allah bagi semua orang dan segala ciptaan. Hidup sebagai murid Kristus tidak cukup hanya diisi dengan kesalehan doa, namun terungkap dalam cara hidup, cara berpikir, cara merasa, cara bertindak, dan cara memperlakukan sesama sebagai buah rahmat persatuan dengan Kristus, Sang Pokok Anggur sejati.

Dari persatuan erat itulah, rahmat Allah senantiasa menghidupkan dan menguduskan, serta membakar semangat kita sebagai ranting-rantingNya untuk menghasilkan buah yang baik dan bermanfaat bagi semakin banyak orang. Buah-buah baik dari hidup kita inilah yang diharapkan Tuhan dan dinantikan oleh orang-orang di sekitar kita.

Berkaitan dengan Gerakan APP, adalah penting bagi kita untuk kembali mengingat bahwa ber-APP bukanlah sekedar berpantang dan berpuasa sesuai dengan tradisi Gereja, namun menjadi sarana bagi kita untuk lebih sungguh berproses dalam membangun diri dalam keutamaan dan kepedulian terhadap sesama. Begitu pula dengan berpantang dan berpuasa, bukan sekedar menahan nafsu makan dan menjadi ritual selama masa prapaskah, tetapi membuka kesempatan bagi kita untuk lebih sungguh belajar bermatiraga dan berbagi. Walaupun menurut aturan Gereja, kewajiban pantang dan puasa mengikat bagi umat dengan usia tertentu, namun adalah sungguh baik bila Gerakan APP menjadi gerakan seluruh umat, gerakan seluruh keluarga, yang melibatkan anak-anak, remaja, orang muda, orang dewasa, dan orang adiyuswa untuk bersarna-sama belajar bermati raga dan berbagi dengan berbagai macam upaya. misalnya penyisihan uang saku, pengurangan uang jajan, penghematan pulsa, pengurangan kegiatan berjenis hiburan dan lain-lain.

Selaras dengan gerak pastoral dan cita-cita dasar Keuskupan yang tertuang dalam RIKAS dan ARDAS Keuskupan Agung Semarang, seluruh umat beriman Keuskupan Agung Semarang diajak untuk menghayati tema gerakan APP 2021:

“Bertumbuh dalam Kristus, Berbuah dalam Hidup”
Walaupun saat ini, seluruh masyarakat masih berjuang di tengah pandemi dengan aneka dampak yang telah ditimbulkannya, Panitia APP KAS tetap mengajak seluruh umat di Keuskupan Agung Semarang untuk masih menjadikan masa Prapaskah tahun ini sebagai kesempatan yang berharga untuk bertumbuh sebagai murid-murid Kristus yang sejati, yang sungguh mengalami pertobatan dan mensyukuri rahmat keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan. Panitia APP KAS tetap mengajak seluruh umat untuk terlibat dalam gerakan APP dengan tidak meninggalkan protokol kesehatan yang dianjurkan. Komisi PSE KWI, melalui surat edaran kepada seluruh Komisi PSE Keuskupan di Indonesia juga mengingatkan agar rapat dan pertemuan atau kegiatan komisi PSE yang sifatnya mengumpulkan orang banyak secara faktual hendaknya tetap memperhatikan protokol covid-19 demi kesehatan dan kebaikan banyak orang.

Oleh karena itu, dalam gerakan APP KAS 2021 ini, Panitia APP KAS tidak menyusun dan membagikan buku panduan pertemuan lingkungan seperti periode tahun sebelumnya. Sebagai ganti buku panduan pertemuan lingkungan, Panitia APP KAS menyusun buku renungan harian selama masa Prapaskah 2021.
Semoga dengan buku Renungan Harian tersebut, seluruh umat beriman di Keuskupan Agung Semarang dapat terbantu dalam membina pertobatan dalam kemerdekaan batin masing-masing dan bertumbuh dalam keutamaan hidup sebagai murid-murid Kristus, terutama dalam keutamaan kasih dan solidaritas terhadap sesama yang membutuhkan. Sebagaimana masa prapaskah berlangsung selama 40 hari, marilah kita belajar untuk membangun kesungguhan dengan disiplin memanfaatkan masa 40 hari ini untuk membangun pertobatan, mati raga, dan semangat berbagi. Oleh karena itu, marilah kita juga belajar berdisiplin dalam mempersembahkan dana APP setiap hari, sesuai dengan kerelaan dan kemampuan kita masing-masing. Berkah Dalem Gusti tansah rumentah.

Semarang, 4 November 2020
Pada Peringatan Santo Carolus Borromeus, Martir Cinta kasih

Yohanes Krismanto, Pr
Ketua Panitia APP KAS