Gerak Karya Kerasulan dalam Syukur Perak Kemandirian SFS di Indonesia

Paroki Sragen (LENTERA) – Perayaan syukur kemandiran pada masa pandemi menjadi sarana untuk merefleksikan Kasih Allah dan merealisasikan kasih dalam kreatifitas dan inovasi kasih. Pandemi covid 19 yang melanda Indonesia tidak menjadi penghalang untuk merealisasikan syukur atas kemandirian Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi di berbagai Komunitas di Indonesia dan karya kerasulan dengan koordinasi dan cara yang sederhana. Kasih dan semangat perak yang menggerakan rekan kerja para suster baik tenaga kesehatan, pendidik serta karyawan lainnya untuk mendukung karya Kerasulan Pendidikan dan Kesehatan dengan kegiatan ungkapan syukur di unit dengan tema : Bersyukur dan Saling Peduli.

Salah satu kegiatan Karya Kerasulan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Mardi Lestari sebagai bentuk Pelayanan dalam bidang kesehatan terus-menerus mengupayakan pelayanan kesehatan dengan didasari rasa kemanusiaan dengan menghadirkan ”Tamu Ilahi “ Rumah Sakit Umum Mardi Lestari menjadi salah satu tempat pengungsian bagi yang menderita serta membutuhkan sentuhan jasmani dan rohani.

Salah satu kesempatan istimewa untuk kembali menyapa masyarakat adalah dengan menyelenggarakan aksi nyata sebagai tanda syukur Ulang Tahun Ke 25 Kemandirian Suster Fransiskan Sukabumi (SFS). Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi (SFS) adalah Pemilik dan pengelola Rumah Sakit Umum Mardi Lestari yang memiliki sejarah yang khas.

Sejarah Konggregasi SFS mulai hadir di Indonesia pada tahun 1933 tepatnya di Sukabumi Jawa Barat. Pada tahun 1996 Kongregasi SFS memisahkan diri dari Biara Pusat di Belanda, dan menjadi Konggreagasi mandiri. Momen Peringatan Kemandirian ini ditandai dengan berbagai kegiatan di Unit Karya Kesehatan Rumah Sakit Umum Mardi Lestari dan Unit Pendidikan Yayasan Mardi Lestari Sragen.

Karya Kerasulan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Mardi Lestari melakukan serangkaian acara untuk bersyukur dan saling peduli pada pasien , masyarakat, Nakes dan non nakes yang telah Purnakarya dengan suara kepedulian sebagai berikut: Misa Syukur Dan Rekoleksi, Kegiatan Peduli Kasih ,Diskon Pelayanan Dalam Penunjang Medis serba 25 ,Sapaan kasih dan pemberian bingkisan kepada pasien Rawat inap, Rawat Jalan Dan Pasien Isolasi, menyambut Para Lansia Vaksin di Pelayanan RSU Mardi Lestari, memberikan Bingkisan Karyawan yang telah Purnabakti, Pertemuan dengan “Stake Holder”, serta Lomba-Lomba antar Unit dengan tema memberi Edukasi lewat Medsos dalam bentuk “TIKTOK”.

Yayasan Mardi Lestari Sragen bersama Organ Yayasan dan Guru, dokter serta karyawan merefleksikan Pesta Perak Kemandirian dengan persembahan koor virtual yaitu Mars Ibu Rosa de Bie sebagai pendiri Kongregasi SFS dengan semangat Kasih Yesus Kristus yang Injili dalam pelayanannya dijuluki sebagai malaikat penghapus air mata kesedihan bagi pasien dan sapa saja yang ia layani.

Gerakan kasih tersebut menjadi persembahan sederhana para suster dan rekan kerja dalam karya kerasulan dalam misa syukur kemandirian 25 tahun di Indonesia bersama segenap umat di Paroki Santa Perawan Maria di Fatima di Sragen pada 14 April 2021 yang dipimpin oleh pastor Paroki yaitu Romo Medardus Sapta Margana Pr, sekaligus para suster membaharui Kaul dalam Keluarga Fransiskan. Syukur atas kasih melimpah bagi siapa saja yang mendukung karya kerasulan Kongregasi SFS dan para donatur yang senantiasa berbagi Kasih dan peduli. Proficiat Perak Kemandirian . (Sr.M. Maximiliana Tarigan SFS)