Meneladan Bunda Maria di masa-masa sulit

Salam damai Kristus, apa kabar sahabatku kaum wanita, kaum ibu dan remaja putri? Ungkapan syukur yang tak terhingga kepada Tuhan, saat ini kita dapat berjumpa lagi setelah sekian lama kita tidak bisa saling menyapa . Semoga saja perjumpaan kita dibulan Mei, bulan yang kita devosikan secara khusus untuk Bunda Maria ini dapat berkenan bagi pembaca setia Lentera dimanapun berada.

Saudara saudariku terkasih dalam Kristus, tak bisa kita hitung dan kita gambarkan semua kesedihan serta keprihatinan yang mendalam, setelah sekian lama pandemi covid 19 melanda negara kita tercinta. Banyak diantara kita yang ikut merasakan dampak dari keadaan tersebut. Untuk itu sekarang marilah mulai bangkit berdiri,bersama sama menata hati dan langkah kita, menyatukan doa serta asa, agar kita tetap tegar dan tetap bersemangat menapaki hari hari kedepan .

Kita yakin dan percaya akan penyertaan dan pendampingan Bunda Maria, yang selalu hadir dan mengulurkan tangan saat kita mohon pertolongan,terlebih di masa masa yang sulit seperti saat ini. Sebagai wanita, sudah selayaknya kita semakin tanggap dan mawas diri dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi disekeliling kita, agar kita tetap eksis dan percaya diri bahwa dalam setiap kesulitan maupun tantangan pasti ada jalan keluar !

Apapun yang terjadi, Bunda Maria sebagai figur Ibu yang sederhana,setia dan penuh iman akan selalu peduli dengan keberadaan kita. Bunda Maria akan selalu tersenyum dan membuka hati untuk mendengarkan setiap doa permohonan dan keluh kesah kita, yang secara sadar ataupun tidak,kita selalu berbuat salah dan khilaf ! Namun sesungguhnya, kita seringkali lupa bahkan secara sadar tidak mau menanggapi sapaannya, kita seolah olah tenggelam dengan segala kesibukan kita, dengan semua keegoisan kita masing masing dan merasa bahwa kita telah merasa mampu melakukan segala sesuatu seorang diri !

Sahabatku kaum wanita yang dikasihi Tuhan,
Banyak sekali hal hal yang bisa kita lakukan, terlebih dimasa pandemi ini. Selain tetap mematuhi protokol kesehatan, kita dituntut untuk lebih mampu bercermin diri, lebih peduli dengan lingkungan kita, dengan saudara saudara kita yang menderita, yang membutuhkan uluran tangan kita, agar mereka dapat merasakan dan memiliki secercah harapan baru dan semakin percaya akan kasih Tuhan yang akan selalu hadir di setiap waktu.

Maka dengan tetap meneladan Bunda Maria, kita yakin dan percaya bahwa iman kita akan semakin dikuatkan, pengharapan kita akan menuai hasil, walaupun untuk meraih semua itu dibutuhkan keberanian, kerja keras, semangat berkorban dan melayani dengan kasih yang tulus dan pamrih !
Demikian bincang bincang kita kali ini, kiranya dapat memberikan manfaat untuk kita semua, terlebih bagi kita yang percaya bahwa Bunda Maria adalah Bunda kita semua, yang selalu ada dihati kita,yang selalu peduli dan mendoakan putra putrinya tanpa pernah berkesudahan.

Sampai jumpa pada kesempatan mendatang & salam hangat untuk orang orang terkasih yang berada disamping anda. AVE..AVE MARIA GRATIA PLENA **

V. Sri Murdowo