Bersama Maria Beriman di Masa Pandemi

Kira-kira udah hampir empat belas bulan bahwa negara-negara di dunia mengalami Covid-19, bahkan mungkin lebih dari empat belas bulan. Karena sebelumnya covid-19 sudah diketahui namun belum mencapai puncaknya. Bermacam-macam masyarakat menanggapi antara lain : takut, cemas, gelisah bahkan ada yang putus asa dan apatis, pesimis serta takut pada kematian sebagai puncak dari penderitaan manusia karena covid-19. Itulah hidup kita yang tidak disangka –sangka akan mengalami tragedi seperti ini. Siapa sangka???

Sebagai orang beriman, kita diajak menyadari “derita” yang berkepanjangan dalam kacamata iman Kristiani. Mengapa demikian?? Supaya iman kita kuat dan berani menatap masa depan dengan penuh sukacita. Agar kita tidak menyalahkan siapa-siapa. Apalagi menyalahkan Sang Pencipta kehidupan. Yang telah memberi dan menganugerahi rahmat kehidupan berlimpah kepada kita . Yaitu rahmat kesehatan yang cukup sehingga kita mampu mengembangkan kehidupan yang indah di dunia (keluarga, tetangga, masyarakat, dan menggereja serta di tempat kerja)

Memasuki devosi kepada Bunda Maria pada bulan Mei, kita berdoa bersama Bunda Maria mohon kekuatannya bersama pula Sang Putra agar kita sanggup menjalani hidup ini. Hidup yang penuh tantangan dan perjuangan serta hidup yang penuh harapan serta iman. Meminjam renungan jalan salib tahun 2021 pada Perhentian jalan salib yang ke empat : akibat covid-19 di mana anak-anak tidak bisa berbuat apa-apa karena ibu mereka sudah tiada, bahkan ada yang yatim piatu. Ibu tidak hadir bersama anak-anaknya. Maria adalah teladan kesetiaan dan cinta yang sejati. Doa Paus Fransiskus mengingatkan kita dan mempercayakan kita kepada Bunda Maria dalam penderitaan dan kesedihan jutaan orang terkena dampak pandemic covid-19 saat ini.

Doa Paus Fransiskus di depan lukisan Bunda Maria Kasih Ilahi menjadi permohonan kita semua. Paus percaya, Bunda Maria selalu ada bersama kita menuju keselamatan yang dikerjakan PutraNya.
Kami hendak berlindung padamu ya Santa Bunda Allah, kami datang berlari kepadamu, janganlah kiranya kau tolak akan permintaan kami, dalam kesusahan kami. Luputkanlah kami dari segala bahaya.
Ya perawan mulia dan terberkati, kami memohon bantuanmu dan jangan tinggalkan kami. Aku datang di hadapanMu dan seraya memohon dengan segala kerendahan hati – kabulkanlah permintaan kami.
Santa Maria termulia, doakanlah kami. Amin

Sr. M. Verena SFS