Surat Gembala 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

“INDONESIA TANGGUH, INDONESIA TUMBUH”

Bapak Kardinal, Bapak Uskup, para Rama, Bruder, Suster, Frater, Ibu-Bapak, Kaum Muda, Remaja, dan Anak-anak yang terkasih dalam Kristus. Berkah Dalem. Saya berharap dan berdoa Anda semua ada dalam keadaan sehat dan bahagia berkat perlindungan Tuhan.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga. Melalui perayaan ini Gereja mengundang kita, putra- putrinya, untuk bersyukur pada Allah yang telah berkenan memuliakan Bunda Maria, Bunda Sang Juruselamat kita. Bunda Maria yang tidak pernah tercemar oleh dosa diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Pengakuan iman Gereja ini dinyatakan secara resmi oleh Bapa Suci Paus Pius XII dalam Dogma Munificentissimus Deus (MD), 1 November 1950. Demikian dinyatakan dalam dokumen ini: “Bunda Maria, setelah
menyelesaikan perjalanan hidup duniawinya, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surga” (MD, par. 44).

Bunda Maria adalah pribadi yang penuh syukur, spontan dalam perhatian dan karya baik pada sesama, serta hangat dalam persaudaraan. Hal itu dia tunjukkan, baik melalui kunjungan-nya kepada Elisabeth, saudarinya, maupun melalui ungkapan syukur yang dilantunkannya secara spontan dalam Kidung Pujian “Magnificat” sebagaimana kita dengarkan dalam Injil Lukas.

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Bersama Bunda Maria yang menyampaikan pujian atas karya penyelamatan Tuhan bagi umat-Nya, kita – sebagai warga Gereja dan Negara – juga diajak untuk bersyukur atas peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76. Melalui peringatan ini kita hendak bersyukur dan memuji Tuhan yang tetap memperkenankan kita untuk terus menyaksikan dan mengalami penyertaan-Nya terhadap bangsa Indonesia, khususnya di tengah hantaman pandemi Covid- 19. Karena berkat-Nya, Indonesia menjadi bangsa yang tangguh dan
terus bertumbuh, sebagaimana terumus dalam tema peringatan hari kemerdekaan ke-76, yaitu “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

“Indonesia Tangguh” hendak menyatakan bahwa Negara dan Bangsa ini tetap tangguh dan berdiri tegak hingga usianya yang ke tujuh puluh enam tahun. “Indonesia Tumbuh” bisa bermakna sebuah pernyataan bahwa Negara dan Bangsa ini terus bertumbuh dan berkembang; bisa juga bermakna ajakan kepada seluruh warga masyarakat Indonesia untuk bekerja bersama bagi tumbuh- kembangnya negeri ini.

Kita semua merasakan bahwa pandemi Covid-19 ini telah berdampak sangat besar di hampir semua bidang kehidupan, terutama bidang kesehatan, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan sosial-kemasyarakatan. Dalam semangat kemerdekaan kita diajak meningkatkan persaudaraan dan kerjasama untuk terus berjuang mewujudkan Indonesia yang tangguh dan yang tumbuh. Jangan biarkan pandemi ini mengikis semangat juang dan kerjasama kita untuk terus membangun bangsa.

Saudara-saudariku yang terkasih, Kita telah diberi kemenangan oleh Yesus Kristus, yang menjadikan kita putra-putri yang merdeka (bdk. 1Kor 15:54-57, bacaan II jelanghari raya). Sebagai orang-orang merdeka, kita diajak mengisi kemerdekaan itu secara tepat atau sacara bener lan pener.. Hal ini kita lakukan bukan dengan menyia-nyiakan dan menyalahgunakan kemerdekaan untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan yang merusak sendi-sendi kehidupan sebagai bangsa, melainkan dengan hidup sebagai hamba-hamba Allah yang saling menghormati dan mengasihi sebagai saudara sebangsa dalam takut akan Tuhan serta hormat terhadap Pemerintah (bdk. 1Ptr 2:13-17, bacaan II HR.Kemerdekaan RI).

Terlebih dalam keprihatinan terhadap pelbagai dampak Covid-19 atas bangsa kita, kita selayaknya bersatu dalam tekad dan semangat, merta bekerjasama mengupayakan pemulihan bangsa ini dalam segala bidang kehidupan.

Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus,
Mengakhiri Surat Gembala dalam rangka memperingati 76 tahun Indonesia merdeka ini, secara khusus saya berdoa untuk Anda semua yang saat ini sedang letih lesu dan berbeban berat, terutama karena dampak pandemi Covid-19. Saya juga berdoa khusus bagi Anda yang sakit, berkekurangan, dan harus menanggung beban kehidupan yang berat. Allah yang penuh belas kasih senantiasa menyertai, meneguhkan, menguatkan, dan memberikan penghiburan kepada Anda semua. Tak lupa saya juga mengajak Anda semua untuk tak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan, dengan perantaraan Bunda Maria, agar kita segera terbebaskan dari virus Corona ini. Semoga upaya-upaya untuk melakukan vaksinasi kepada seluruh warga masyarakat segera terwujud, sehingga pandemi Covid-19 segera berakhir, kehidupan bermasyarakat menjadi normal lagi, kondisi sosial ekonomi kuat kembali, dan akhirnya kondisi hidup seluruh bangsa manusia dipulihkan kembali.

Kita juga berdoa untuk bangsa Indonesia agar dianugerahi semangat persatuan, persaudaraan dan kerukunan di atas dasar Pancasila dan UUD 1945, serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita berdoa untuk para pemimpin bangsa kita, khususnya Presiden dan Wakil Presiden serta jajaran Kabinet Indonesia Maju, agar senantiasa diberi kebijaksanaan dalam memimpin bangsa ini. Akhirnya, mari kita gelorakan semangat juang kita “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Berkah Dalem.

Semarang, 4 Agustus 2021
Peringatan Santo Yohanes Maria Vianney, Imam

Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Keuskupan Agung Semarang