Taman Doa Ngrawoh

TAMAN DOA NGRAWOH DIBUKA KEMBALI DENGAN PROTOKOL KESEHATAN

TAMAN DOA NGRAWOH dibuka kembali untuk para peziarah/pengunjung dengan ketentuan & protokol kesehatan masa Adaptasi Kebiasaan Baru di masa pandemi Covid 19:

1. Para peziarah/pengunjung wajib menerapkan Protokol kesehatan: Memakai Masker, Cuci Tangan & Jaga Jarak (menghindari kerumunan)

2. Tempat Ziarah hanya dibuka untuk keperluan berziarah dan berdoa bagi perorangan atau keluarga, BUKAN UNTUK ROMBONGAN BESAR

3. Balita & Lansia, yang mempunyai penyakit bawaan, yang rentan penularan covid 19 TIDAK DIPERKENANKAN MASUK.

4. Waktu berziarah dan berdoa maksimal 1 jam dan menjaga keheningan dalam doa

 

Sragen, 09 Agustus 2021
Pengelola Taman Doa Ngrawoh Sragen


TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA NGRAWOH

Paroki Sragen

KERANGKA REFLEKSI TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA, NGRAWOH

Dibangunnya Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima di Ngrawoh menggambarkan bagaimana PEZIARAHAN HIDUP ORANG BERIMAN MELALUI PERTOBATAN DALAM JIWA DAN ROH yang seutuhnya agar bisa mendapatkan pengampunan dari Allah melalui Yesus Kristus.

Perencanaan yang dibuat Panitia Pembangunan Taman Doa Santa Perawan Maria Ngrawoh ini berlandaskan Pelindung Gereja Paroki Sragen pada Santa Perawan Maria Di Fatima. Paroki Sragen berkeinginan untuk membangun tempat ziarah Bunda Maria dengan tipikal Fatima, yang mana Bunda Maria menampakkan diri kepada tiga orang anak gembala di suatu padang di Cova Da Iria, Fatima Portugal pada tanggal 13 Mei 1917, kemudian selanjutnya Bulan Mei dinyatakan sebagai Bulan Bunda Maria.

Oleh karena itu tempat ziarah ini diberi nama “TAMAN DOA SANTA PERAWAN MARIA DI FATIMA NGRAWOH”

 

Pembuatan Taman Doa di Ngrawoh ini didasari oleh iman serta yakin dan percaya bahwa pesan yang disampaikan Bunda Maria di Fatima Portugal merupakan bentuk Sabda yang telah di